Sebagai seorang guru tentunya tidaklah mudah untuk bisa menguasai kelas dengan kategori siswa yang memiliki karakter berbeda-beda. Sangat banyak guru yang akhirnya terkesan berpidato tanpa berpengaruh positif terhadap kemajuan belajar muridnya. Bahkan terkadang guru hanya menjadi bahan olokan siswa dengan gaya mengajarnya yang salah.
Oleh sebab itu, saat ini saya merangkum beberapa kesalah guru dalam mengajar, sesuai dengan pengalaman saya sejak menjadi murid sampai menjadi guru saat ini:
1. Kaku dalam mengajar
Kejadian ini biasanya terjadi pada guru baru yang belum berpengalaman. Biasanya guru seperti ini hanya fokus pada buku paket pembelajaran yang dibacanya, tanpa menambah embel-embel lain yang bisa menunjang pemahaman siswanya. Terkadang guru seperti ini malah hanya membaca apa yang ditulis dalam buku paket pembelajaran.
Guru seperti ini juga biasanya jarang mondar mandir di dalam kelas, dia hanya berdiri disekitar meja dan papan tulis, seakan terlarang baginya untuk berjalan masuk mengitari para siswa. Bahkan matanya juga tertumpu pada satu titik yang tidak jelas siapa yang dilihatnya.
2. Tidak Menarik
Mungkin banyak saja diantara kita yang bisa mengajarkan suatu materi pembelajaran pada siswa, tapi belum tentu bisa membuat siswa menyukai materi tersebut. Sebagai seorang guru kita harus membuat siswa menyukai apa yang kita ajarkan, agar mereka tidak bosan dan menyukai gurunya.
Salah satu caranya adalah membuat pembelajaran menjadi menarik. Misalnya saja dalam pembelajaran membaca. Jangan pernah menyuruh anak SD membaca berita tentang Korupsi, pasti mereka tidak suka. Cobalah menyuruh mereka membaca dongeng tentang Kancil dan kura-kura, atau tentang cerita anak-anak lainnya, saya jamin mereka akan suka. Alhasil mereka akan menunggu-nunggu pelajaran Bahasa Indonesia setiap hari.
3. Komunikasi Satu Arah.
Siswa bukan hanya seorang pendengar yang budiman. Mereka juga harus diberi andil besar dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Guru harus memberikan komunikasi dua arah agar siswa bisa bertanya dan memberikan pendapatnya terhadap materi yang sedang dibahas.
Hal ini dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam kelas, tetapi juga sebagai pembenaran jika ada kesalahan yang kita sampaikan saat mengajar. Tidak menampik kemungkinan bahwa seorang guru salah atau lupa dalam menyampaikan suatu materi, sehingga dengan adanya ketelitian khusus dari siswa, kesalahan itu dapat diperbaiki.
4. Tidak Menguasai Materi
Nah, ini lebih parah lagi. Banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang membebankan mata pelajaran pada guru yang bukan bidangnya. Seperti saya yang Lulusan Pendidikan Geografi, namun pernah disuruh mengajar Matematika, tentu saja hasilnya parah. Jadi penempatan guru mata pelajaran sebaiknya sesuai dengan keahlian guru tersebut. Walaupun sebenarnya ada juga guru yang mampu mengajarkan sesuatu yang bukan bidangnya, namun hasilnya tidak akan sebagus guru yang ahli di bidang tersebut.
4. Tidak Memiliki Persiapan
Banyak para guru yang terkadang menyepelekan rencana mengajarnya untuk besok. Padahal sebuah rencana atau persiapan itu sangatlah penting demi kelancaran belajar mengajar. Bayangkan saja jika besok kita akan mengajarkan peta wilayah Indonesia pada siswa. Jika kita tidak mempersiapkan peta, tentunya siswa akan kebingungan tentang materi yang kita sampaikan. Dimana Indonesia? itulah pertanyaan yang ada di benak mereka.
6. Tidak Memiliki Media Pembelajaran
Point 5 ini sebenarnya bersangkut paut dengan point 4, dimana kita harus mempersiapkan pembelajaran besok, salah satunya adalah mempersiapkan media pembelajaran. Kehadiran sebuah media pembelajaran akan memudahkan siswa untuk memahami pelajaran dan juga memudahkan kita menjelaskan materi yang akan diberikan.
Contohnya saja pelajaran Geografi, yang materinya tentang pengertian Peta. Mustahil siswa akan tahu dengan jelas apa itu peta, jika kita tidak memperlihatkan peta yang sebenarnya dihadapan mereka.
7. Membawa Masalah Pribadi ke Dalam Kelas
Sebagai seorang manusia tentunya kita para guru akan sering mendapat masalah, terutama masalah pribadi atau keluarga. Namun sebaiknya masalah-masalah itu jangan sampai mengganggu kita dalam mengajar di Sekolah.
Jangan korbankan siswa karena masalah pribadi yang tidak berhubungan dengan mereka. Saat kita memulai pembelajaran, maka tidak ada fikiran lain selain materi yang akan kita ajarkan pada mereka. Janganlah masalah rumah tangga membuat kita tidak semangat untuk mengajar.
8. Hanya Mengajar, Tidak Mendidik
Menurut pandangan saya, Mengajar dan mendidik adalah hal berbeda. Mengajar lebih identik dengan proses pemberian materi pada siswa, tetapi mendidik adalah proses pembentukan siswa menjadi lebih baik diluar pelajaran sekolah. Artinya kita memang harus memberikan mereka nasehat dan contoh baik tentang kehidupan, agar mereka menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur. Sayang sekali jika seorang ahli Matematika tapi kerjaannya selalu mencuri.
9. Hanya Memberi Contoh, Tidak Bisa Menjadi Contoh.
Kejadian seperti ini sangat sering saya jumpai selama ini. Guru hanya bisa memberikan contoh yang baik tanpa bisa menjadi contoh yang diagungkan siswa. Contohnya saja dalam merokok. Sebagian siswa di Indonesia ini dilarang gurunya untuk merokok, tapi sayang sekali para guru malah merokok dihadapan mereka.
Itulah 9 kesalahan Guru dalam mengajar yang saya perhatikan selama ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

0 Comments
Post a Comment